Selasa, 01 Agustus 2017
Syaralathi FC
Syaralathi FC merupakan salah satu klub sepakbola kebanggaan dari desa Krenceng, terkenal dengan persepakbolaan yang sudah mumpuni dan sangat disegani lawan. Klub sepakbola ini sudah berkali kali menyabet trophy juara antar desa, dan rival abadinya yaitu klub sepak bola dari desa sebelah yakni PSPM Sokanegara. Syaralathi FC sudah terkenal dengan dukunnya yang ampuh dan juga supporternya yang sangat fanatik.
Minggu, 14 Mei 2017
Pengertian Ku Klux Klan
Pada pagi hari ini saya akan menjelaskan apa itu Ku Klux Klan atau yang sering disebut "KKK".
The Klan atau KKK adalah kelompok radikal berasal dari negara Amerika Serikat (USA) tepatnya pada negara bagian Mississippi, menggunakan kostum yang mengerikan yaitu mengenakan jubah putih dengan topi kerucut dan muka tertutup (mungkin disana dingin banget kali yee) dan juga berpedoman pada Supermasi Putih. KKK termasuk dalam daftar/sejarah kelam bagi negara tersebut, karena KKK merupakan kelompok yang kejam dengan tindakan pembasmian terhadap orang kulit hitam di USA karena KKK beranggapan kepada Black Skin tidak tahu diri dan bebas dari perbudakan, inilah yang mengakibatkan KKK naik darah. Sekte tersebut beranggapan White Skin itu adalah segala-galanya.
Jumat, 09 Desember 2016
Winter in Wartime (film) Melody Klaver is so beauty
Winter in Wartime (Dutch: Oorlogswinter) is a 2008 Dutch war film directed by Martin Koolhoven. The screenplay was written by Mieke de Jong, Paul Jan Nelissen, and Martin Koolhoven based on Jan Terlouw's eponymous 1972 novel.
The film was hugely successful in the Netherlands, out-grossing competing films like Twilight and The Dark Knight. Additionally, it was the highest-grossing film in the Netherlands during Christmas 2008 and the first weeks of 2009.
The film was chosen by the Dutch Critics as the best Dutch film of 2008; it won the PZC Audience Award (best movie based on a novel), three Rembrandt Awards, and three Golden Calf awards. Also, it was chosen as Best Film by the Young Jury (14–18 years) at the Rome Film Festival and was shortlisted (with eight other movies) at the Academy Awards, in the section Best Foreign Language Film.
It was released in the United States by Sony Pictures Classics on 18 March 2011.[1]
Contents
[hide]Plot[edit]
The film is about a teenaged Dutch boy, named Michiel van Beusekom, who tries to assist the Dutch resistance during World War IIby helping a British airman stay out of German hands during the Nazi occupation of the Netherlands.
Michiel feels resentment towards his father, the mayor, who is seemingly only interested in maintaining the status quo between the town and the German Army. However, Michiel worships his Uncle Ben, an adventurer in contact with the local resistance. During the winter of 1944-1945,[2] Michiel's loyalties are tested.
An RAF de Havilland Mosquito is hit in the air and crashes, but before it hits the ground, a young British airman is able to escape by parachute.
One of the villagers, Dirk (the elder brother of Michiel's best friend), helps the airman, Jack, but Dirk is later arrested. Before his arrest, Dirk gives Michiel a letter to be delivered to Bertus, the village blacksmith. Before Michiel can deliver the letter, Bertus is shot and killed by the Germans.
Michiel opens the letter, which directs him to Jack's hiding place in the forest. Jack is injured, and Michiel enlists the aid of his sister Erica, a nurse, to take care of him. Jack and Erica soon develop a romantic relationship.
Michiel's father is arrested when the body of a German soldier, killed by Jack on the night of the plane crash, is found in the forest. Jack wants to turn himself in to save Michiel's father, but Ben tells Michiel he (Ben) can save his father. However, Ben's efforts fail, and Michiel's father is shot by the Germans along with two other men as reprisal for the death of the soldier killed by Jack.
Michiel tries to take Jack to the town of Zwolle, across a river, but the Germans foil their attempt, and the two narrowly escape after a chase through the forest. Michiel finally turns to his Uncle Ben for help in getting Jack to Zwolle. Ben agrees, and Ben, Jack, and Erica set off for the bridge to Zwolle. As they leave, Ben tells Michiel that Dirk should never have gotten Michiel involved with Jack. After they go, Michiel realizes that he had never mentioned Dirk's role to Ben. Quickly checking Ben's suitcase, he finds papers showing that Ben is working for the Germans.
Rushing to the river, Michiel stops the trio, grabs Jack's pistol, and confronts Ben. While Michiel guards Ben, Jack and Erica succeed in making it across the river to Zwolle. Ben tells Michiel that he had arranged for his father to be released, but that his father refused to let another villager be shot in his place. Ben attempts to escape to a passing German patrol, but Michiel shoots and kills him.
A few months later, Allied soldiers enter the village and are rapturously welcomed by the villagers. One of the soldiers brings a letter for Erica, presumably from Jack. Michiel hesitates to join in the celebrations after all that has happened, but finally joins in.
Cast[edit]
- Martijn Lakemeier as Michiel van Beusekom
- Yorick van Wageningen as Oom Ben
- Jamie Campbell Bower as Jack
- Raymond Thiry as Vader van Beusekom
- Melody Klaver as Erica van Beusekom
- Anneke Blok as Moeder van Beusekom
- Mees Peijnenburg as Dirk Knopper
- Tygo Gernandt as Bertus
- Dan van Husen as Auer
- Ad van Kempen as Schafter
Sabtu, 19 November 2016
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (atau biasa disingkat TNI Angkatan Darat atau TNI-AD) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat.
TNI Angkatan Darat dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 bersamaan dengan dibentuknya TNI yang pada awal berdirinya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (MABESAD). KASAD saat ini dijabat oleh Jenderal TNI Mulyono.
Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 2 komando utama (kotama) tempur yaitu Kostrad, dan Kopassus. Di wilayah TNI-AD memiliki 13 Komando Daerah Militer, 44 Komando Resort Militer yang masing-masing wilayah memiliki satuan tempur tersendiri. Selain komando utama tempur, TNI-AD juga memiliki komando utama pendidikan yang mendidik para perwira dan calon perwira di Akademi Militer, Secapa, Seskoad dan komando utama pengembangan dan doktrin yaitu Kodiklat.
Sejarah
Cikal bakal lahirnya TNI pada awal kemerdekaan Indonesia dimulai dari penggabungan kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari hasil didikan Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari laskar rakyat. Hasil penggabungan ini menghasilkan sebuah lembaga yang bermana Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia(TRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada masa Orde Baru, Tentara Nasional Indonesia (TNI) digabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penggabungan ini membentuk sebuah badan dengan nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Berdasarkan Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri.
Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Mempertahankan kemerdekaan
Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia. Kedatangan kembali Sekutu/Belanda mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat. Perlawanan tersebut menimbulkan pertempuran yang terjadi di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945), Bandung (1946), Medan (1947), Palembang (1947), Margarana (1946), Menado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947), Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949.
Pada saat menghadapi Agresi Militer Belanda II, walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di Yogyakarta telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Soedirman tetap melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara gerilya karena berpegang teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.
Akibat dari perlawanan tersebut akhirnya bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dengan tekad merdeka atau mati.
Menjaga keutuhan bangsa dan negara
TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan terhadap PKI di Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965, terhadap pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatera Barat, Permesta di Menado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, Republik Maluku Selatan di Ambon, GPLHT di Aceh, Dewan Ganda di Sumatera Selatan, dan OPM di Irian. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .
Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti Pemilu, Sidang Umum/Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan pada kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tugas
Sebagai bagian dari TNI, sesuai dengan pasal 7 ayat (1) UU nomor 34 tahun 2004, tugas pokok TNI AD adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Organisasi
Markas Besar TNI-AD berada di bawah koodinasi dengan Markas Besar TNI. Perwira tersenior Angkatan Darat, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, adalah perwira tinggi berbintang empat dengan pangkat Jenderal mengepalai Angkatan Darat di bawah Panglima TNI.
Kepala staf
Jabatan tertinggi di TNI Angkatan Darat adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat, yang biasanya dijabat oleh Jenderal berbintang empat. Saat ini TNI Angkatan Darat dipimpin oleh Jenderal TNI Mulyono.
Pangkat
Di TNI Angkatan Darat, sebagaimana di kecabangan lainnya, kepangkatan terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama. Adapun pangkat tertinggi di Angkatan Darat adalah Jenderal Besar dengan bintang lima. Sampai saat ini ada 3 orang perwira TNI Angkatan Darat yang dianugerahi pangkat tersebut. Mereka adalah:
Komando utama tempur
- Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi
- Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra
Komando utama daerah
Badan pelaksana tingkat pusat
- Pusat Polisi Militer Angkatan Darat
- Pusat Intelijen Angkatan Darat
- Pusat Penerbangan Angkatan Darat
- Pusat Teritorial Angkatan Darat
- Direktorat Topografi Angkatan Darat
- Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat
- Direktorat Kesehatan Angkatan Darat
- Direktorat Keuangan Angkatan Darat
- Direktorat Zeni Angkatan Darat
- Direktorat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat
- Direktorat Perhubungan Angkatan Darat
- Direktorat Hukum Angkatan Darat
- Direktorat Peralatan Angkatan Darat
- Dinas Penerangan Angkatan Darat
- Dinas Psikologi Angkatan Darat
- Dinas Informasi dan Pengolahan Data Angkatan Darat
- Dinas Jasmani Angkatan Darat
- Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat
- Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat
Lembaga pendidikan dan pengembangan
- Kodiklat dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto
- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Pratimun
- Akademi Militer dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Hartomo, S.Ip.
- Sekolah Calon Perwira TNI-AD dipimpin oleh Brigadir Jenderal TNI AAB Maliogha
- Resimen Induk Kodam
Tingkat Kotama daerah
Pada TNI AD tingkat kotama daerah pertama adalah Komando daerah militer (KODAM) yang wilayah pertahanannya biasanya meliputi satu provinsi atau lebih, Kodam dipimpin pewira berpangkat Mayor Jenderal, dibawah Kodam ada Komando resort militer (KOREM) yang wilayahnya biasanya meliputi wilayah luas atau karesidenan, Korem dipimpin perwira berpangkat Kolonel, dibawah Korem ada Komando distrik militer (KODIM) yang daerahnya meliputi wilayah satu Kabupaten/Kota atau lebih, Kodim dipimpin oleh perwira berpangkat Letnan Kolonel, sedangkan ada beberapa Kodim yang berdiri sendiri (tidak menginduk kepada Korem tapi langsung pada Kodim) maka pimpinannya berpangkat Kolonel. Dibawah Kodim ada Komando rayon militer (KORAMIL) yang wilayahnya biasanya terdiri dari satu Kecamatan atau lebih, koramil dipimpin oleh perwira berpangkat Kapten atau Mayor (Untuk Kodim Berdiri Sendiri).
Warna baret
- Baret Raider: Warna hijau lumut dengan Lambang Raider ( Cepat, Senyap, Tepat )
- Baret Kostrad: Warna hijau dengan lambang Cakra Sapta Agni (Lambang Kostrad)
- Baret Kopassus: Warna merah dengan lambang Tribhuana Chandrasa (Lambang Kopassus)
- Baret Infanteri (Di bawah organik Pussenif atau Kodam): Warna hijau dengan lambang Pussenif
- Baret Kavaleri: Warna hitam dengan lambang Pussenkav
- Baret Artileri Pertahanan Udara: Warna cokelat dengan lambang Pussenarhanud
- Baret Artileri Medan: Warna cokelat dengan lambang Pussenarmed
- Baret Zeni: Warna abu-abu dengan lambang Ditziad
- Baret Perhubungan: Warna hijau dengan lambang Dithubad
- Baret Polisi Militer: Warna biru muda dengan lambang pistol bersilang (berbeda dengan lambang Puspomad yang bergambar topeng Gajah Mada)
- Baret Pembekalan Angkutan: Warna biru tua dengan lambang Ditbekangad
- Baret Penerbang Angkatan Darat: Warna merah dengan lambang kuda bersayap
Keterangan:
- Tidak semua kecabangan memiliki baret.
- Jika suatu kesatuan berada dibawah organik Kostrad maka menggunakan baret Kostrad (misal: Yonkav-1/Kostrad mengenakan baret warna hijau (Kostrad) bukan hitam), kecuali jika berada dibawah organik Kodam.
- Pembaretan adalah istilah untuk mendapatkan baret. Tidak mudah untuk mendapatkannya. Maka dari itu baret adalah kebanggaan masing-masing kecabangan.
Peralatan
Persenjataan dan Perlengkapan Infanteri
Senjata ringan
| Nama | Asal | Tipe | Kaliber | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| Pindad P1/P2[2] | Pistol semiotomatis | 9x19mm | Versi lokal dari Browning Hi-Power, dengan lisensi dari FN Herstal. Sekitar 30.000 P1 dan 2.000 P2 diproduksi. | |
| Pindad G2 Elite dan G2 Combat | Pistol semiotomatis | 9x19mm | Senjata standar TNI AD. | |
| Pindad PM2[2] | Pistol mitraliur | 9x19mm | ||
| MP5 series | Pistol mitraliur | 9x19mm | Digunakan oleh pasukan khusus. | |
| AK-47[2] | Senapan serbu | 7.62x39mm | ||
| Pindad SS1[2] | Senapan serbu | 5.56x45mm | Didasarkan pada FN FNC. | |
| Pindad SS2[2] | Senapan serbu | 5.56x45mm | Modenisasi SS1. | |
| M16[2] | Senapan serbu | 5.56x45mm | ||
| M4 Carbine | Senapan Serbu | 5.56x45mm | ||
| FAMAS | Perancis | Senapan Serbu | 0.223 | |
| HK 416 | German | Senapan Serbu | 5.56x45mm NATO | |
| Pindad SPR-1[2] | Senapan runduk | 7.62x51mm | ||
| Pindad SPR-3[2] | Senapan runduk | 7.62x51mm | ||
| Pindad SPR-2[2] | Senapan anti material | 12.7x99mm | ||
| Pindad SM3 | Senapan mesin ringan | 5.56x45mm | Versi lokal FN Minimi. | |
| Pindad SM2[2] | Senapan mesin serbaguna | 7.62x51mm | Versi lokal FN MAG. | |
| Pindad SMB-QCB | Senapan mesin berat | 12.7x99mm | Versi lokal CIS 50MG. |
Granat dan Sistem Roket[sunting | sunting sumber]
| Nama | Asal | Tipe | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| Pindad SPG1 | Pelontar granat senapan | Pelontar granat yang pertama kali diproduksi lokal | ||
| M79 | Pelontar geranat tembakan tunggal | |||
| AT-13 Metis M | Pelontar rudal anti-tank | |||
| M80[3] | Rudal panggul | |||
| PF-89 | Roket Anti Tank |
Tank[sunting | sunting sumber]
| Model | Asal | Tipe | Jumlah | Dalam pesanan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Leopard Revolution | Tank tempur utama | 0 | 61 | Paket upgrade Leopard 2 dari Rheinmetall. Dipesan oleh Jenderal Pramono Edhie Wibowo [4][5] | |
| Leopard 2A4 | Tank tempur utama | 26 | 42 | Satu paket dengan Leopard Revolution. Telah tiba 26 unit[6][7] | |
| AMX-13 | Light Tank | 325 | Ditingkatkan kemampuannya Di PT Pindad[8] | ||
| FV101 Scorpion 90 | Light Tank | 100 | Sebagian Akan Dipindah ke Pulau Kalimantan[9] |
Angkut Personel Ringan[sunting | sunting sumber]
| Model | Asal | Tipe | Jumlah | Dalam pesanan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| AMX-VTT | Pengangkut personel lapis baja | 200 | |||
| Doosan Tarantula 6x6 | Kendaraan tempur infanteri | 22 | ditempatkan pada dua batalyon, yakni di Yonkav 1 Tank/Kostrad dan Yonkav 9 Serbu/Kodam Jaya.[10] | ||
| Marder 1A3 | Kendaraan tempur infanteri | 30 | 50 + 20 | Satu paket dengan Leopard Revolution. Telah tiba 30 unit[6][7][11] | |
| V-150 Commando | Pengangkut personel lapis baja | 200 | |||
| VAB | Pengangkut personel lapis baja | 46 | Awalnya terdapat 14 disediakan. 32 lagi dibeli tahun 2006 untuk misi perdamaian Indonesia di Lebanon.[12] | ||
| Alvis Stormer | Pengangkut personel lapis baja | ~70 | Termasuk varian pengangkut personel lapis baja, mobil komando, ambulans, derek, ranpur logistik, dan ranpur jembatan.[13] | ||
| Pindad APS-3 ANOA | Pengangkut personel lapis baja | 300[14] | 2008–2012 | Pemesanan Anoa pertama oleh TNI AD pada tahun 2008 sebanyak 154 unit untuk berbagai tipe. tahun 2011 memesan 11 unit tipe APC semua. Tahun 2012 memesan 61 unit.[15] TNI AD memesan 82 unit. | |
| Pindad APR-1V | Pengangkut personel lapis baja | 40 | 2004 | Pendahulu Pindad APS-3. Dirancang berdasarkan rangka truk komersil milik Isuzu. Pesanan lanjutan batal akibat gempa bumi Samudra Hindia 2004. |
Kendaraan Lapis Baja[sunting | sunting sumber]
| Model | Asal | Tipe | Jumlah | Dalam pesanan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| FV601 Saladin | Mobil lapis baja | 69 | Secara bertahap akan diganti dengan Pindad Badak | ||
| Ferret[16] | Mobil lapis baja | 55 | |||
| Cadillac Gage Commando Scout | Mobil lapis baja | 26 | 1983 | ||
| BTR-40[16] | Mobil lapis baja | 100-130 | 1963–1965 | Dimodifikasi di Indonesia dari pengangkut personel lapis baja menjadi varian intai lapis baja.[17] | |
| Pindad Badak | Mobil lapis Baja | 50 | secara bertahap akan dibeli 50 Unit Dahulu[18] |
Sarana pendukung dan logistik[sunting | sunting sumber]
| Model | Asal | Tipe | Jumlah | Dalam pesanan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| M151 MUTT | Kendaraan angkut ringan | ||||
| Dodge M37 | Kendaraan angkut ringan | ||||
| Renault Sherpa 2 | Kendaraan angkut ringan | 30 | Juli 2011 | Diumumkan pada Juli 2011[19] | |
| Land Rover LWB | Kendaraan angkut ringan | ||||
| Steyr Puch Haflinger 700 AP | Kendaraan angkut ringan | ||||
| Toyota Hilux | Jepang | Kendaraan angkut ringan | |||
| Isuzu D-Max | Jepang | Kendaraan angkut ringan | |||
| Ford Ranger | Amerika Serikat | Kendaraan angkut ringan | |||
| Nissan Q4W73 | Truk ringan | ||||
| DAF YA400 | Truk angkut | ||||
| Unimog | Truk menengah | ||||
| Steyr 680M | Truk menengah | ||||
| Bedford MK | Truk ringan | ||||
| AM General M35 | Truk menengah | ||||
| Steyr 17M29 | Truk menengah | ||||
| FAW CA150PL2 | Truk menengah | ||||
| XR311 FAV | Kendaraan serang cepat | ||||
| Cakra FAV | Kendaraan serang cepat |
Artileri, sistem pertahanan udara dan radar[sunting | sunting sumber]
| Model | Asal | Tipe | Jumlah | Dalam pesanan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Astros II | Peluncur roket multilaras | 36[20] | Multikaliber | ||
| NDL-40 | Peluncur roket multilaras | 50 | Kaliber 77 mm, buatan PT DI | ||
| M48 | Meriam gunung | 144 | |||
| AZP S-60 | Artileri antipesawat kaliber 57mm | 256 | |||
| Oerlikon Skyshield[21] | Artileri antipesawat kaliber 35mm | - | |||
| M101 [22] | Artileri tarik | 54 | |||
| KH 178 | Artileri tarik | 72 | |||
| KH 179 | Artileri tarik kaliber 155mm | ||||
| FH-2000[22] | Artileri tarik | 8 | |||
| Poprad (versi rudal Grom dalam sishanud Kobra [23] ) | Rudal darat-ke-udarajarak pendek | Tidak diketahui, namun dipercaya lebih dari 70 unit [24] | |||
| ZU-23-2 ( Buatan Polandia) | Artileri Anti-Pesawatkaliber 23mm | - | |||
| Rapier | Rudal darat-ke-udara | 120 | Akan diganti | ||
| RBS-70[25] | Rudal darat-ke-udara | 45 | |||
| Mistral[26] | Rudal darat-ke-udara | - | |||
| QW-3[27] | Rudal darat-ke-udara | - | |||
| AMX Mk 61 | Artileri gerak sendiri | 57 | |||
| CAESAR | Artileri gerak sendiri | 36[28] | |||
| TAFLIR | Radar | 5 |
Pesawat[sunting | sunting sumber]
| Pesawat | Asal | Tipe | Versi | Beroperasi[29] | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Aero Commander | Helikopter angkut | 680 | 3 | ||
| AH-64 Apache | Helikopter serang | AH-64D & AH-64E | 0 | 8 dalam pesanan[30] | |
| Bell 47 | Helikopter multiperan | 47G | 10 | ||
| Bell UH-1 Iroquois | Helikopter multiperan | Bell-205A1 | 10 | ||
| Bell 412 | Helikopter transpor | 412 412SP | 14 14 | Dibuat dengan lisensi di PT DI | |
| Britten-Norman Islander | Transpor multiperan | BN-2A | 1 | ||
| CASA C-212 Aviocar | Transpor taktis | 4 | Transfer produksi pada PT DI | ||
| Cessna 310 | Transpor multiperan | 4 | |||
| Eurocopter Bo 105 | Helikopter multiperan | 30 | Dibuat dengan lisensi di PT DI | ||
| Eurocopter EC120 Colibri | Perancis | Helikopter Latih | untuk menggantikan Schweizer 300 | ||
| Eurocopter Fennec | Prancis/ Indonesia | Helikopter multiperan | AS550 | 1 | Dibuat dengan lisensi di PT DI |
| Mil Mi-17 Hip-H | Helikopter serang ringan dan transpor | Mi-17V5 | 12 | ||
| Mil Mi-35 Hind | Helikopter serang | Mi-35 Hind-F | 5 | [31] | |
| Schweizer 300 | Helikopter latih | 300C | 6 | Akan diganti |
Langganan:
Postingan (Atom)





